PDIP Membahas Persiapan Kabinet Jokowi-Ma’ruf Setelah Kongres

PDIP Membahas Persiapan Kabinet Jokowi-Ma'ruf Setelah Kongres

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengisyaratkan bahwa komposisi kabinet Jokowi-Ma’ruf dibahas setelah partainya mengadakan kongres. Sebab, kongres adalah forum bagi PDIP untuk mengkonsolidasikan kepentingan partai, termasuk penentuan kabinet.

“Untuk PDIP, kongres adalah momentum yang sangat penting dan strategis untuk mengevaluasi, mengkonsolidasikan, menyinkronkan, dari semua program partai sehingga PDIP benar-benar dapat hadir sebagai partai yang mengawasi administrasi Pak Jokowi dan Maruf Amin,” kata Hasto di Monumen Proklamasi, Jakarta Pusat.

PDIP Membahas Persiapan Kabinet Jokowi-Ma'ruf Setelah Kongres

PDIP Membahas Persiapan Kabinet Jokowi-Ma’ruf Setelah Kongres

“Karena itulah semua prioritas kongres dulu, maka momentum kongres juga akan berbicara tentang struktur kabinet yang menggambarkan konsepsi Bung Karno tentang trisakti,” lanjutnya.

Selain itu, Hasto menekankan, partainya tidak berbicara tentang koalisi yang gemuk atau kurus. Namun, koalisi harus didedikasikan untuk memperbaiki sistem presidensial agar lebih efektif.

Kemudian, ia mengedepankan ide bagaimana mengkonsolidasikan ideologi, sehingga Pancasila benar-benar menjadi dasar dan tujuan negara.

“Koalisi ini juga dimaksudkan untuk didasarkan pada sejarah pembentukan bangsa. Jadi ketika Muhammadiyah, NU, PNI, TNI-Polri, berjuang bersama untuk membentuk republik, maka dalam membangun koalisi ini kita juga melihat elemen pembentuk Indonesia. bangsa dan bangsa, “kata Hasto.

PDIP akan mengadakan Kongres V untuk memilih ketua pada 8 Agustus 2019. Kongres akan dipercepat dari awal yang akan diadakan pada tahun 2020.

Posisi Ketua Umum

Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri (tengah) dengan kandidat wakil presiden Ma’ruf Amin (kiri) dan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto (kanan) selama Rapat Koordinasi Nasional PDIP di Kantor DPP PDIP.
Sementara itu, Megawati Soekarnoputri hampir pasti akan kembali untuk memimpin PDI-P. Sebab, suara kader di daerah pendukung putri Proklamator Soekarno tetap menjadi ketua umum partai berlambang banteng moncong putih.

Menurut Ketua DPD PDIP Jakarta, Adi Wijaya, semua kepala dewan pimpinan daerah di seluruh Indonesia menyatakan dukungan mereka kepada Megawati untuk memegang tongkat kepemimpinan partai lagi. Ini disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional Keempat di PDIP DPP pekan lalu. Dalam agenda tersebut, Megawati juga hadir serta Presiden Joko Widodo.

“Para pemimpin DPD PDIP PDIP di seluruh Indonesia selama Rapat Kerja Nasional telah menyatakan sikap dan keputusan mereka bahwa kita semua mendukung kembalinya ibu Megawati Soekarnoputri untuk menjadi ketua umum PDIP untuk periode 2019-2024,” katanya di Jakarta .

Para kader PDIP di daerah menyampaikan aspirasi mereka terkait nama-nama calon ketua umum melalui rapat kerja daerah (Rakerda). Agenda diadakan dalam rentang waktu setelah Rapat Kerja Nasional tercapai sebelum Kongres V.

Leave a Reply